Yuk Simak Sekilas Informasi Mengenai Dialisis Koloid

Definisi Dialisis Koloid


Sebelum memperoleh pengetahuan tentang dialisis koloid, ada baiknya bagi pembaca untuk mengetahui lebih dulu mengenai pengertian masing masing dari koloid dan dialisis koloid. Secara luas, koloid memiliki arti sebagai sistem dispersi yang mempunyai ukuran partikel lebih kecil pada sebuah larutan. Umumnya, koloid berukuran antara 1 nm hingga 100 nm.

Akan tetapi, ada beberapa ukuran koloid yang tampak lebih jelas secara fisik dan juga ada yang nampak seperti larutan. Sehingga orang awam akan sedikit sulit untuk membedakan koloid. Sedangkan dialisis merupakan proses pemurnian sejumlah partikel koloid yang terdapat pada ion ion yang dapat mengganggu kestabilan koloid itu sendiri.

Dengan kata lain, dialisis koloid adalah langkah yang sangat dibutuhkan untuk memurnikan sejumlah partikel yang berada dalam ion ion koloid. Sehingga koloid dapat bersih dan murni serta bisa dimanfaatkan guna menunjang kesehatan dan keperluan medis.

Sifat Koloid


Setelah mengetahui pengertian dialisis koloid, maka sekarang giliran untuk memperoleh informasi tentang sifat sifat yang dimiliki oleh koloid. Sama dengan aneka partikel lainnya yang ada di alam, koloid juga memiliki sifat dan karakteristik yang menjadi ciri khas darinya. Sifat sifat inilah yang membedakan koloid dan partikel lain yang digunakan dalam dunia medis. Berikut ini adalah penjelasan secara lengkap dan singkat tentang sifat sifat dari koloid. Silahkan simak sampai habis!

Sifat Efek Tyndall


Sifat pertama yang dimiliki oleh koloid ialah efek tyndall, dan menjadi ciri khas paling menonjol dari koloid itu sendiri. Efek tyndall merupakan perhamburan banyak cahaya dari partikel koloid. Jika ada sinar yang dilalui pada sebuah suspensi atau berupa dispersi pasir di dalam air, maka koloid berupa air teh serta gula yang disebut larutan, maka akan terlihat seberkas cahaya bila dipandang secara tegak lurus dan larutan tidak terlihat sama sekali.

Lintasan cahaya yang tampak tersebut dikarenakan hamburan cahaya oleh beberapa partikel yang melewati suspensi dan ion koloid, sedangkan cahaya tidak melewati larutan. Dalam hal ini, partikel koloid dan suspensi jauh lebih besar dibandingkan larutan untuk menangkap cahaya yang masuk. Contoh sifat efek tyndall dalam kehidupan sehari hari adalah:

  • Lampu sorot pada mobil.
  • Sinar senter pada udara yang berkabut.
  • Cahaya jingga yang muncul di sore hari. 
  • Sinar matahari yang ada pada celah daun jika dilihat ketika pagi hari. 


Sifat Gerak Brown 


Sifat selanjutnya yang dimiliki oleh koloid adalah gerak brown, merupakan gerakan dari partikel koloid yang jalur lurus serta dengan arah acak. Gerak brown sendiri terjadi karena adanya sejumlah tumpukan beberapa partikel pendispersi terhadap beberapa partikel terdispersi, sehingga partikel dari terdispersi akan terlempar dan terlontar. Lontaran yang terjadi tersebut seterusnya menyebabkan partikel terdispersi menumbuk dan menabrak partikel terdispersi lainnya. Kejadian itu terjadi secara berkelanjutan dan terus menerus, sehingga mengakibatkan partikel pendispersi lebih minim atau kecil.

Contoh sifat gerak brown dalam kehidupan sehari hari adalah Susu.

Sifat Adsorpsi


Sifat koloid adsorpsi merupakan kegiatan penyerapan dari suatu muatan oleh beberapa permukaan dari partikel partikel koloid. Sifat adsorpsi sendiri terjadi karena terdapat kemampuan pada sejumlah partikel koloid untuk menarik partikel partikel berukuran kecil lainnya (ditempeli). Kejadian menempelnya sejumlah partikel kecil disebabkan oleh adanya tegangan yang cukup tinggi pada permukaan partikel koloid. Sehingga jika ada beberapa partikel kecil yang tertempel, maka akan dipertahankan pada permukaan tersebut.

Contoh sifat dari adsorpsi dalam kehidupan sehari hari ialah sebagai berikut:

  • Penjernihan atau pembersihan air dengan memakai tawas. 
  • Pemurnian air tebu dalam proses pembuatan gula. 


Sifat Koagulasi


Sifat koagulasi merupakan peristiwa terjadinya penggumpalan terhadap partikel partikel koloid. Koagulasi terjadi akibat peristiwa reaksi kimia yang ada di dalam partikel koloid itu sendiri. Peristiwa mekanis maupun kimia ini dapat berupa pemanasan ataupun proses pendinginan. Contoh koagulasi dalam kehidupan sehari hari ialah:

  • Proses penggumpalan asap pada sebuah pabrik ataupun industri. 
  • Proses penjernihan air. 
  • Proses pengolahan karet dengan menggunakan lateks.


Nah, itu tadi sekilas informasi mengenai dialisis koloid yang mesti untuk diketahui. Semoga artikel ini memberi manfaat kepada setiap pembaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar