Prinsip Dialisis Menggantikan Fungsi Normal Ginjal

Prinsip dialisis adalah bekerja untuk mengeluarkan racun yang ada di dalam darah karena tidak berfungsinya ginjal secara normal. Gagal ginjal merupakan salah satu gangguan kronis yang dapat berakibat fatal. Tindakan dialisis diambil guna memperkecil risiko yang mungkin terjadi.

Perlunya tindakan dialisis


Prinsip dialisis dalam cuci darah dilakukan pada pasien yang mengalami gangguan berupa gagal ginjal kronis. Pada tahap ini ginjal tidak lagi dapat menjalankan fungsinya dengan baik sehingga tingkat kreatinin dalam darah meningkat. Ginjal memiliki peran yang sangat penting pada tubuh manusia. Ginjal menyaring racun yang masuk agar tidak larut ke dalam darah dan kemudian membuangnya bersama urin. Selain itu ginjal juga memiliki fungsi untuk menjaga kestabilan cairan yang ada di dalam tubuh.

Biasanya pasien akan mengeluh merasakan sakit ketika tingkat kreatinin-nya meningkat. Meski demikian gejala ini tidak dapat dilihat secara spesifik. Pada tahap awal pasien hanya akan merasa kesehatannya terganggu dan nafsu makannya berkurang. Gagal ginjal baru dapat diidentifikasi secara jelas setalah pasien melakukan tes darah. Hasil tes kreatinin yang pada akhirnya digunakan sebagai landasan untuk mengukur fungsi ginjal.

Gagal ginjal kronis pada umumnya disebabkan oleh hipertensi, diabetes dan glomerulonefritis. Sedangkan beberapa penyebab lainnya seperti sumbatan batu ginjal dan infeksi menjadi bagian dari akumulasi pola hidup yang tidak sehat. Sebuah studi penelitian mengatakan jika mereka yang meminum minuman energi (penambah stamina) dalam jangka waktu 3 tahun secara berturut-turut memiliki risiko yang sangat besar untuk terkena gagal ginjal kronis. Selain itu terlalu sering mengonsumsi es teh juga dapat menimbulkan efek yang sama.

Jika sudah mengidap gangguan ginjal yang menyebabkan gagal ginjal kronis maka tidak ada cara lain untuk mengobatinya selain melakukan transplantasi ginjal. Untuk menunda proses tersebut proses dialisis darah menjadi salah satu pilihannya. Ketika diputuskan harus melakukan cuci darah karena gagal ginjal, maka pasien tersebut akan terus melakukan cuci darah hingga mendapatkan transplantasi ginjal. Tindakan cuci darah tidak termasuk dalam upaya pengobatan penyakit ginjal kronis. Pasien akan terus bertahan selama 1 hingga 10 tahun dengan cuci darah.

Prinsip kerja dialisis


Pada dasarnya dialisis dibagi menjadi dua jenis yaitu hemodialisis dan cuci darah peritoneal. Cuci darah peritoneal menggunakan rongga perut pasien untuk menyaring racun yang ada di dalam tubuh. Rongga perut memiliki sebuah membran khusus bernama membran peritoneum. Kateter peritoneal dialisis akan dipasang di dinding rongga perut kemudian diberi cairan khusus yang akan mencuci di sekitar usus. Kelebihan air dan limbah yang ada di dalam tubuh akan dikeluarkan melalui proses ini.

Pada intinya prinsip kerja dialisis adalah untuk menggantikan fungsi ginjal melakukan berbagai fungsinya, dari mulai menyaring racun, menjaga keseimbangan cairan yang ada di dalam tubuh dan lain sebagainya.

Membuang produk limbah merupakan hal utama yang menjadi tujuan tindakan dialisis. Sebab racun yang terus larut di dalam darah dapat menyebabkan pasien meninggal jika dibiarkan terus menerus. Limbah tersebut tidak hanya berasal dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. Tentunya tubuh membutuhkan energi untuk menunjang berbagai aktivitas dan menjalankan fungsinya. Aktivitas tersebut juga akan menghasilkan limbah yang seharusnya dibuang oleh ginjal melalui urin. Oleh karena itu meskipun penderita gagal ginjal kehilangan nafsu makan, ia tetap harus melakukan cuci darah secara rutin.

Proses dialisis protein yang ada di dalam darah juga dilakukan dengan prinsip yang sama. Seluruh tindakan dialisis yang dilakukan pada pasien gagal ginjal dapat membuatnya hidup dengan normal dan lebih produktif. Pasien tetap dapat beraktivitas seperti biasanya meskipun mengidap gagal ginjal kronis. Proses ini memang akan memakan waktu lama dan biaya yang cukup tinggi, namun setidaknya dengan rutin melakukan cuci darah pasien dapat terus bertahan hidup hingga mendapatkan transplantasi ginjal. Karena tentunya mendapatkan transplantasi ginjal tidak bisa didapat dengan mudah. Ada banyak berbagai proses yang harus dilewati. Menyaring limbah dan membuang limbah dalam urin serta menjaga kestabilan cairan dalam tubuh merupakan prinsip dialisis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar