Apa Yang Dimaksud Dengan Dialisis Peritoneal ?

Tahukah Anda, apakah yang dimaksud dengan dialisis peritoneal ? Dialisis peritoneal adalah proses dialisis yang terjadi dalam rongga dalam perut yang berfungsi sebagai tempat cairan dialisis, serta peritoneum untuk membrane semi permeable berfungsi sebagai tempat untuk saluran cairan tubuh yang berlebih dan solute berisi racun untuk kemudian akan dibuang. Secara sederhana, dialisis peritoneal adalah suatu prosedur untuk menghilangkan bahan kimia, limbah atau air ekstra yang bersifat racun dari dalam tubuh. Jenis dialisis yang satu ini menggunakan lapisan dalam perut untuk proses penyaringan darah. Lapisan inilah yang disebut dengan membran peritoneal dan berfungsi sebagai ginjal buatan. 


Lalu bagaimana cara dialisis peritoneal bekerja dalam tubuh ?


Pertama adalah campuran dari gula dan mineral dilarutkan ke dalam air, cairan inilah yang disebut dengan cairan dialisis. Kemudian cairan tersebut mengalir melewati kateter untuk kemudian masuk dalam perut. Gula yang sudah terlarut akan menarik limbah, air ekstra serta bahan kimia yang berasal dari pembuluh darah kecil yang berada dalam membran peritoneal ke dalam cairan dialisis. Lalu setelah beberapa jam, larutan akan dikuras dari dalam perut melalui sebuah tabung. Tabung tersebut yang membawa limbah dan bahan kimia dari darah. Proses terakhir adalah perut akan diisi ulang oleh cairan dialisis yang segar dan siklus tersebut diulang. Proses dari pengeringan dan pengisian ulang ini disebut dengan pertukaran. 

Apa Sajakah jenis dialisis lainnya ?


Dialisis mempunyai dua jenis, yaitu dialisis peritoneal ambulatory dan dialisis peritoneal hemodialisis

Hemodialisis merupakan salah satu jenis terapi pengganti ginjal yang dilakukan ketika pasien ginjal sudah memasuki stadium akhir yaitu ketika fungsi ginjal hanya tersisa 10% hingga 15% dari standar fungsi normal. Dalam stadium ini pasien tidak mampu untuk mengeluarkan racun serta berbagai zat yang tidak diperlukan dalam tubuh termasuk kadar air yang berlebih.

Hemodialisis adalah prosedur dialisis yang melibatkan sirkulasi dari darah melalui filter atau yang disebut dengan dialyzer pada alat dialisis. Dializer ini mempunyai dua jenis kompartemen cairan dan dikonfigurasikan dengan bundel sebuah tabung serat kapiler yang berongga. Cara kerja dari hemodialisis adalah sebagai berikut :
  • Darah yang berada pada kompartemen pertama akan dipompa pada satu sisi membrane semipermeabel. Sementara cairan yang disebut dengan dialisat yang berfungsi sebagai pembersih darah akan dipompa pada satu sisi yang lain. Dengan kompartemen terpisah dalam melalui arah yang berlawanan.
  • Penggabungan konsentrasi antara zat pada darah dan dialisat inilah yang menyebabkan perubahan dalam komposisi darah ke arah yang positif, artinya terdapat aktivitas pengurangan limbah/ bahan kimia (kreatinin serta urea nitrogen), perbaikan dalam kadar asam serta equilibrium tingkat mineral.
  • Kadar air yang berlebih akan terhapus
  • Darah akan kembali pada tubuh


Prosedur hemodialisis ini dapat dilakukan pada pusat dialisis atau juga dapat dilakukan di rumah pasien. Jika melakukan hemodialisis di pusat akan menghabiskan waktu mulai dari 3 jam hingga 5 jam dan akan dilakukan 3 kali dalam seminggu sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien. Sedangkan untuk prosedur hemodialisis yang dilakukan dirumah, dapat meminta bantuan seorang profesional untuk membantu proses dialisis. Hemodialisis di rumah dilakukan dapat dilakukan 3 kali dalam seminggu. 

Beberapa pusat kesehatan telah menyediakan pelayanan hemodialisis nokturnal atau hemodialisa yang dilakukan saat malam hari ketika pasien dalam keadaan tidur. Durasi hemodialisis nokturnal yang dilakukan semalaman akan membuat pasien jauh lebih baik dan meningkatkan kesehatan mereka. Terapi hemodialisis akan membuat tekanan darah tinggi mempunyai kontrol lebih baik, begitu pula pada penderita anemia dan penyakit tulang. 

Pasien hemodialisis disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mudah dikonsumsi dan dalam jumlah yang dibatasi. Beberapa hal berikut berikut merupakan rekomendasi makanan yang dapat dikonsumsi oleh pasien selama proses hemodialisis :
  • Buah buahan yang kadar kaliumnya rendah contohnya pear, apel atau plum
  • Sayuran yang mempunyai kadar kalium rendah, misalnya mentimun, wortel atau seledri
  • Roti isi (sandwich)
  • Minuman nephrisol D
  • Crackers yang tidak mengandung garam

Akan lebih baik jika pasien hemodialisis berkonsultasi dengan dokter mengenai jenis makanan yang dapat dikonsumsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar