Mengenal Hemodialisis dan Prosedur yang Harus Dipatuhi

Apa itu hemodialisa? Istilah ini mungkin kurang familier bagi masyarakat luas, padahal begitu dekat dan dilakukan sejumlah orang yang membutuhkan pengobatan untuk mempertahankan performa ginjal.

Hemodialisis, proses medis pembersihan darah


Ya, hemodialisa atau hemidialisis merupakan istilah medis dari terapi cuci darah, khususnya pada pasien dengan penyakit ginjal. Seperti yang Anda ketahui, ginjal adalah salah satu organ vital pada tubuh manusia yang ukurannya sebesar kepalan tangan. Organ yang terletak di bagian belakang pinggang ini bertugas mencegah kelebihan cairan, produk sisa, hingga racun dalam tubuh. Tak hanya itu, organ tersebut mengelola tensi, kadar kimia, serta elektrolit seperti kalium dan darah. Tanpa ginjal, akan sulit bagi tubuh Anda mengaktifkan vitamin D yang berfungsi meningkatkan penyerapan kalsium tubuh.

Pengertian apa itu hemodialisa baru disinggung kala performa ginjal terganggu akibat penyakit maupun trauma. Dokter, setelah melalui sejumlah prosedur dan diagnosis, biasanya akan menyarankan pasien untuk mengambil terapi cuci darah. Terapi ini dianggap mampu menunjang mengganti fungsi ginjal agar tetap stabil. Meski demikian, hemodialisis tidak sanggup mengatasi penyakit ginjal atau gangguan lain yang dinilai mempengaruhi ginjal secara menyeluruh.

Prosedur yang diterapkan dalam hemodialisis


Hemodialisis menggunakan mesin dalam prosedur praktiknya untuk menghindari penumpukan produk sisa maupun garam dalam tubuh. Dokter dan petugas medis yang melaksanakan penyaringan ini akan membuat akses jalur masuk supaya darah bersih dan hasil filterasi tidak bercampur. Prosedur dalam apa itu hemodialisa diterapkan selama 3-5 jam per sesi, tergantung kondisi pasien. 

Pasien yang menjalani hemodialisis akan memakai membran dialisis dengan tabung plastik khusus yang ditempatkan di antara vena dan arteri pada lengan atau kaki. Jika pasien memerlukan dialisis sebelum cangkok atau fistula yang harus dipasang, maka kateter berdiameter besar akan ditempatkan langsung pada pembuluh darah besar yang berada di leher atau kaki.

Selain prosedur apa arti hemodialisa, ada juga dialisis peritoneal. Berbeda dari hemodialisa, prosedur ini mengambil jaringan tubuh dari rongga perut pasien yang nantinya dijadikan sebagai penyaring. Mengapa demikian? Pasalnya, rongga perut punya membran khusus bernama peritoneum yang karakteristiknya menyerupai filter untuk cuci darah. Kemudian, akan ada tabung plastik bernama kateter peritoneal dialisis yang ditempatkan lewat dinding perut ke rongga perut.

Selanjutnya, cairan khusus dibilas ke dalam rongga perut yang dipakai untuk mencuci bagian di sekitar usus. Membran peritoneal berfungsi sebagai penyaring antara cairan tersebut dengan aliran darah. Lalu, dengan memanfaatkan macam-macam jenis larutan, limbah dari dalam darah dan cairan berlebih pun bisa dikeluarkan dari tubuh melalui dialisis peritoneal.

Apa saja risiko terapi cuci darah?


Lantas, apakah ada risiko dari apa itu hemodialisa? Kendati dimaksudkan untuk memperbaiki fungsi ginjal, rupanya prosedur ini memiliki sejumlah efek samping seperti:
  • Tensi rendah;
  • Kram/kejang otot;
  • Anemia;
  • Sulit tidur;
  • Gatal-gatal;
  • Kadar kalium tinggi;
  • Peradangan membran di sekitar jantung;
  • Depresi.

Selain itu, pasien gagal ginjal juga berisiko mengalami amyloidosis yang terjadi akibat penumpukan protein amyloid yang diproduksi sumsum tulang. Biasanya, protein tersebut menumpuk pada organ-organ penting seperti ginjal, hati, hingga jantung.

Persiapan yang harus pasien lakukan sebelum terapi


Pasien yang sudah memahami apa yang dimaksud dengan hemodialisa perlu mempersiapkan diri agar terapi berjalan lancar. Dokter bersama para petugas akan melakukan tindak operasi kecil untuk membuat akses ke pembuluh darah pasien. Bentuknya dapat berupa tabung kecil atau mesin yang ditanamkan ke pembuluh darah. Pasien dianjurkan mengenakan pakaian longgar dan nyaman. Dokter juga biasanya meminta pasien berpuasa sesuai prosedur dan bila memang dibutuhkan.

Hasil yang diharapkan selepas hemodialisa


Hanya beberapa kelainan ginjal yang bersifat permanen. Hemodialisa yang diterapkan secara temporer bertujuan untuk menggantikan ginjal sampai performa ginjal asli kembali normal. Akan tetapi, gagal ginjal yang sifatnya kronis sukar beroperasi seperti semula. Tidak sedikit pasien yang harus menjalani terapi cuci darah seumur hidup atau menunggu transplantasi ginjal.

Dengan mempelajari apa itu hemodialisa, Anda diharapkan sanggup menjaga kesehatan sebaik mungkin agar tetap stabil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar